• Kontak Kami
  • Hotline : 082321040556
  • SMS : 082321040556
  • BBM : D9F7A156

Kontak Kami

( pcs) Checkout

Dapatkan Kemudahan Dalam Bertransaksi Di Toko Online Kami Via BBM atau SMS Langsung ke CS kami. Navigasi Produk Yang Memudahkan Konsumen Kami Untuk Memilih Produk Yang Sesuai. Proses Transaksi Pada Hari Yang Sama dan Pengiriman Pada Hari Yang Sama.
Beranda » Artikel Terbaru » Jenis-jenis Kulit untuk Membuat Sandal

Jenis-jenis Kulit untuk Membuat Sandal

Diposting pada 28 December 2016 oleh Abu Bakar Siddiq

sandal lavoila

Dunia fashion memang menjadi topik yang selalu menarik untuk di bahas. Apalagi jika sudah membahas mengenai bahan kulit. Bahan alami ini tak kan lekang oleh waktu dan tetap eksis kapanpun tak tergeser dengan tren tren fashion baru yang bermunculan. Bahkan kini malah justru bahan kulit yang terus di kembangkan untuk menjawab permintaan pasar yang selalu menginginkan barang yang up to date.

 

Kali ini kita akan membahas jenis-jenis bahan kulit asli yang biasa digunakan sebagai bahan baku pembuatan sandal kulit asli buatan handmade. Sandal kulit biasanya di pilih karena sandal ini bisa dipakai dalam berbagai situasi. Sandal kulit bisa di jadikan sandal formal maupun sandal santai. Berbagai model sandal terbaru pun terus bermunculan agar sandal kulit tetap eksis di dunia fashion.

 

Berbagai macam model sandal kulit ini bisa dibedakan dari modelnya atau bentuknya yang berbeda dari sisi desain dan juga dari bahan pembuatannya yang dibuat  berbeda sesuai dengan tujuan penggunaannya. Bahan-bahan itu tetap terbuat dari kulit asli, lantas apa yang membedakan? Mari kita

 

lihat jenis-jenis kulit yang biasa digunakan untuk membuat sandal kulit di bawah ini :

 

  1. Full Grain

Full grain atau biasa disebut dengan finish leather adalah salah satu bahan kulit yang mengalami proses pengolahan utuh tanpa melakukan perubahan apapun pada bahan kulitnya. Sehingga dari tekstur, permukaan, hingga pori-pori masih terlihat sangat alami dan tekstur kulit binatangnya masih terlihat dengan sangat jelas.  Jenis kulit full grain inilah yang sering digunakan untuk pembuatan alas kaki yang terbuat dari kulit asli.

 

  1. Pull Up

Pull up leather ini biasanya kelanjutan dari proses pengolahan full grain. Kulit akan di melarkan sehingga permukaannya akan lebih tipis. Mengapa perlu ditipiskan? Hal ini dikarenakan agar semakin mudah dalam proses pembentukan menjadi berbagai macam model alas kaki. Dengan dimelarkannya kulit, tentunya akan merubah bentuk tekstur dan yang paling kentara perubahannya adalah pada warna kulitnya itu sendiri akan terlihat lebih pucat atau lebih muda.

 

  1. Suede

Mungkin sebagian besardari kita sudah tidak asing dengan kulit jenis ini. Kulit jenis suede adalah kulit dengan cara pengolahan terbalik. Jadi, teknik pengolahannya adalah dengan di samak dari dalam kulit binatang. Hal ini akan menghasilkan tekstur kulit yang sangat lembut. Namun, karena kelembutannya inilah alas kaki dengan bahan baku suede biasanya mudah kotor dan pudar warnanya jika terkena air. Kulit jenis suede biasanya lebih digunakan ke alas kaki yang bermodel santai dan dipakai pada saat saat yang bernuansa non formal.

 

  1. Patent Leather

Sebagian besardari kita tentunya  asing dengan jenis kulit dengan nama ini. Namun yakinlah, kita sudah sangat sering melihat modelnya. Pada saat proses pengolahan, kulit akan dilapisi dengan akrilik sehingga hasil akhir pengolahan kulitnya adalah kulit yang sangat mengkilap dan licin. Kita tak perlu repot-repot menyemir karena alas kaki dengan jenis ini selalu terjaga kilapnya dan sangat mudah dibersihkan. Namun bagi kalian yang sangat menyukai tekstur kulit, kalian tak akan bisa menjumpainya lagi pada jenis bahan patent leather sehingga menjadikan bahan ini terlihat begitu kaku dan kurang menonjolkan sisi eksotisme dari kulit binatang.

 

  1. Nubuck

Nubuck leather jika dilihat sekilas memang  sedikit mirip dengan jenis bahan suede leather. Namun, pada saat pemrosesan bahan kulit jenis ini di samak dari depan atau luar permukaan kulit tidak seperti suede yang di samak dari bagian dalam. Kelembutan dari bahan nubuck ini didapat dari proses penghalusan permukaan yang kasar. Sehingga dari proses tersebut di dapatlan bahan kulit yang kelembutannya hampir sama dengan jenis bahan kulit suede. Kelebihan dari jenis baham nubuck ini adalah ketahanannya. Jenis nubuck relatif lebih kuat jahitannya dan lebih tahan jika dibandingkan sepatu dari bahan suede. Jahitan dari nubuck tidak mudah tenggelam sehingga jahitannya tidak mudah lepas dan kekuatan sepatu ini pun lebih besar sehingga  sepatu dari jenis bahan ini bisa lebih tahan lama.

Nah, setelah mengetahui jenis-jenis materialnya, pastikan membeli di tempat jual sandal pria yang tepat.

Bagikan informasi tentang Jenis-jenis Kulit untuk Membuat Sandal kepada teman atau kerabat Anda.

Jenis-jenis Kulit untuk Membuat Sandal | Model sandal terbaru, sandal pria, sandal wanita, sandal kulit, sepatu, jual sepatu, sepatu online, sepatu kulit, sepatu wanita, sepatu kulit pria, sepatu pantofel

Belum ada komentar untuk Jenis-jenis Kulit untuk Membuat Sandal

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
*Harga Hubungi CS
Ready Stock
SIDEBAR